MAKALAH
Metadata
Dan Hypertext
Tentang:
DUBLIN CORE
Dosen
Pengampuh:
M.
Rizal Pahlefi, S. IP., M. IP
Oleh:
Arpian
141920
JURUSAN
ILMU PERPUSTAKAAN FAKULTAS ADAB DAN HUMANIORA
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
SULTHAN
THAHA SAIFUDDIN JAMBI
2015/2016
BAB I
PENDAHULUAN
A. Sejarah
Dublin Core
"Dublin dalam nama mengacu pada Dublin, Ohio , Amerika
Serikat di mana awal mula berasal dari lokakarya (OCLC / NCSA
artikel Workshop) yang diselenggarakan pada tahun 1995 oleh Perpustakaan Pusat
Komputer Online, Event tersebut adalah sebuah konsorsium perpustakaan yang
berbasis di sana. (NCSA is the National Center for Supercomputing Applications)
(NCSA adalah National Center for Supercomputing Applications).
"Core" mengacu pada sebuah kenyataan bahwa elemen metadata
yang ditetapkan merupakan dasar Semantik dari Dublin Core didirikan dan
dikelola oleh sebuah komunitas, disiplin kelompok internasional profesional
dari pustakawan, ilmu komputer, encoding teks, museum, dan bidang terkait
lainnya dari beasiswa dan praktek.
Dublin Core Metadata Initiative ( DCMI ) didirikan sebagai badan
independen (memisahkan dari OCLC) pada tahun 2008 yang menyediakan forum
terbuka bagi pengembangan interoperable online standar metadata untuk berbagai
tujuan dan model bisnis. DCMI kegiatan meliputi kelompok-kelompok kerja
konsensus-driven, konferensi global dan lokakarya, penghubung standar, dan
upaya pendidikan untuk meningkatkan penerimaan luas standar metadata dan
praktek.
- Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan,
maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah “DUBLIN CORE”
- Tujuan Penulisan
Tujuan
penulisan ini adalah:
1. Untuk
mengetahui apa metadata Dublin Core itu sendiri.
2. Untuk
menganalisis kelebihan dan kekurangan Metadata dan Hyfertext
3. Untuk
menyelesaikan tugas Mata Kuliah Metadata dan Hyfertext
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Dublin Core
Dublin Core adalah set metadata unsur yang
menyediakan sekelompok kecil elemen teks melalui sebagian besar sumber daya
yang dijelaskan dengan katalog. Metadata Dublin Core dapat menggambarkan
sumber daya fisik seperti buku , bahan digital seperti video , suara , gambar ,
atau teks file, dan media komposit seperti halaman web . Metadata catatan
berdasarkan Dublin Core dimaksudkan untuk digunakan pada domain informasi silang
sumber daya deskripsi dan telah menjadi standar dalam bidang ilmu perpustakaan
dan ilmu komputer . Implementasi dari Metadata Dublin Core biasanya menggunakan
XML dan Sumber Daya Deskripsi Framework berbasis internet. [1]
Dublin Core terdiri dari 15
unsur yaitu :
1.
Title :
judul dari sumber informasi.
2.
Creator :
pencipta sumber informasi.
3.
Subject :
pokok bahasan sumber informasi, biasanya dinyatakan dalam bentuk kata kunci
atau nomor klasifikasi.
4.
Description : keterangan suatu isi dari sumber informasi, misalnya berupa
abstrak, daftar isi atau uraian.
5.
Publisher :
orang atau badan yang mempublikasikan sumber informasi.
6.
Contributor
: orang atau badan yang ikut menciptakan sumber informasi.
7.
Date :
tanggal penciptaan sumber informasi.
8.
Type : jenis
sumber informasi, nover, laporan, peta dan sebagainya.
9.
Format :
bentuk fisik sumber informasi, format, ukuran, durasi, sumber informasi.
10.
Identifier :
nomor atau serangkaian angka dan huruf yang mengidentifikasian sumber
informasi. Contoh URL, alamat situs.
11.
Source : rujukan
ke sumber asal suatu sumber informasi.
12.
Language :
bahasa yang intelektual yang digunakan sumber informasi.
13.
Relation : hubungan antara satu sumber informasi dengan sumber informasi
lainnya.
14.
Coverage :
cakupan isi ditinjau dari segi geografis atau periode waktu.
15.
Rights : pemilik hak cipta sumber informasi.
Elemen- elemen diatas masih
dapat dikembangkan lagi sesuai kebutuhan sehingga informasi yang disajikan
dapat benar- benar “qualified”. Peningkatan peringkat dalam hasil pencarian
search engine adalah manfaat utama menggunakan metadata dari sudut pandang
perancang web, hasil pencarian yang lebih relevan adalah manfaat bagi pengguna.
Tujuan mereka adalah
mengembangkan standar yang memungkinkan pengindekan, katalog dan pelestarian
informasi digital. Pada tahun 1995 Dublin Core Initiative mulai
mengembangkan standar untuk penemuan sumber daya elektronik di World Wide Web.
Standar-standar ini sengaja dibuat sederhana dan fleksibel, sehingga penulis
dapat memberikan metadata sendiri. Para Blogger biasanya menempatkan
metatags ditempatkan dalam bagian HEAD pada HTML code dari suatu halaman web.
The Dublin Core nama elemen yang didahului oleh 'DC'. Adapun peletakan[2]
B.
Tujuan Dublin Core
Tujuan Dublin Core adalah
mengembangkan standar yang memungkinkan pengindekan, katalog dan pelestarian
informasi digital. Dublin Core Initiative mulai mengembangkan standar untuk
penemuan sumber daya elektronik di World Wide Web. Standar-standar ini sengaja
dibuat sederhana dan fleksibel, sehingga penulis dapat memberikan metadata
sendiri. Para Blogger biasanya menempatkan metadata ditempatkan dalam bagian HEAD pada HTML code dari suatu halaman web. The
Dublin Core nama elemen yang didahului oleh DC
Bagi pengatalog tradisional” yang melaksanakan tugasnya berdasarkan standar-standar
baku dan teruji seperti AACR, daftar-daftar tajuk subyek atau tesaurus, daftar
pengendali untuk nama (name authority files), dan lain sebagainya,
Dublin Core sangat memuaskan bagi Kelompok pakar yang menjadi
pelopor dan pendukung yang berkarya terus lewat DCMI, menerima kritik terhadap
skema Dublin Core, namun mereka mengingatkan bahwa Dublin Core punya tujuan (goals)
tertentu, dan penilaian terhadap skema ini dan produknya (metadata) seharusnya
dilakukan dengan memperhitungkan tujuan-tujuan ini. Tujuan Dublin Core ialah:
1.
Kesederhanaan dalam menciptakan dan memelihara
metadata. Skema diupayakan tetap ringkas dan sesederhana mungkin agar seorang
yang bukan ahli dapat membuat cantuman sederhana untuk sumber daya informasi
dengan mudah dan murah, tetapi sekaligus cukup efektif untuk temu kembali
2.
Semantik yang bisa diterima dan dimengerti secara
luas. Menemukan informasi relevan di belantara internet sering terhambat oleh
perbedaan dalam terminologi dan deskripsi antar bidang. Dublin Core membantu “turis
digital” -- penelusur awam atau non-profesional – dengan menggunakan sekelompok
unsur yang maknanya sudah dikenal luas dan mudah difahami. Unsur “creator”
misalnya, dapat diterima dan dimengerti oleh ilmuwan, peneliti, maupun
penggubah atau artis.
3.
Cakupan internasional. Skema Dublin Core asli disusun
dan dikembangkan dalam bahasa Inggris, tapi versi bahasa asing tumbuh dan
berkembang dengan pesat. Contoh: Bahasa Finlandia, Norwegia, Thai, Jepang,
Perancis, Portugis, Jerman, Yunani, Indonesi. DCMI Localization and Internationalization Special
Interest Group mengkoordinasikan upaya untuk menghubung-hubungkan
versi-versi ini lewat suatu sarana registrasi. Keikutsertaan wakil-wakil dari
berbagai penjuru dunia menjamin bahwa perkembangan selanjutnya akan sesuai
dengan sifat multilingual dan multikultural dunia informasi elektronik.
4.
Perluasan. Meskipun kesederhanaan penting dan perlu
dipertahankan, kebutuhan akan temu kembali yang tepat juga harus diperhatikan.
Pengelola Dublin Core melihat bahwa perlu ada mekanisme yang memungkinkan
perluasan kelompok unsur Dublin Core sesuai dengn kebutuhan yang timbul di
lapangan. Komunitas lain menciptakan skema metadata yang cocok untuk kebutuhan
komunitas mereka. Unsur-unsur metadata dari skema ini dapat digunakan
berbarengan dengan metadata Dublin Core untuk menunjang interoperability.[3]
C. Kelebihan Dublin Core
Kelebihan
Metadata Dublin Core sebagai berikut:
1. Memiliki
deskripsi yang sangat sederhana
2. Semantik
atau arti kata yang mudah dikenali secara umum.
3. Cakupan
penggunaan oleh service-service penyedia data yang sangat luas.
4. Expandable memiliki
potensi untuk dikembangkan lebih lanjut
D. Kelemahan Dublin Core
Ada berbagai macam interpretasi dan
variasi dalam apa yang dimasukkan ke dalam setiap elemen. Hal ini menyebabkan
kesulitan mengerikan bagi siapa pun yang mencoba untuk memberikan pencarian
federasi atas kepemilikan banyak lembaga. Sebagai contoh sederhana,
"Tanggal" lapangan bisa berisi tanggal yang item adalah digital,
tanggal catatan diciptakan, tanggal record ini ditambahkan ke koleksi atau
ulang, tanggal publikasi sebelumnya atau saat ini, atau tanggal objek analog
pertama kali dibuat. Tidak hanya itu, tetapi format tanggal dapat bervariasi
sangat. Tanpa konsensus tentang apa yang termasuk dalam lapangan dan apa yang
tidak, dan tanpa kosakata terkontrol dan format, file conglomerated hampir
tidak dapat digunakan untuk setiap peneliti yang serius. Hal ini untuk alasan
ini bahwa tren saat ini adalah menuju pengembangan dan adopsi MODS.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Metadata Dublin Core dapat mengambarkan sumber daya
fisik seperti buku, bahan digital seperti video, suara, gambar, atau teks file,
dan media komposit seperti halaman web. Metedata catatan berdasarkan Dublin
Core dimaksudkan untuk digunakan pada domain informasi silang sumber daya
deskripsi dan telah menjadi standar dalam bidang ilmu perpustakaan dan ilmu
komputer. Implementasi dari Metadata Dublin Core biasanya mengunakan XML dan
Sumber daya Deskripsi Framework berbasis internet.
B. Saran
Makalah yang kami susun ini semoga bisa menambah
pengetahuan kita lebih memahami tentang meta data dublin core yang lebih
mendalam. Mohon pemakluman dari semuanya jika dalam makalah ini masih dapat
kekeliruan baik bahasa maupun pemahaman, karena tiadalah seuatu yang sempurna yang bisa
manusia ciptakan.
DAFTAR PUSTAKA
http://kartika-s-n-fisip08.web.unair.ac.id/artikel_detail-37829-hardskill%20-metadata%20.html
19 juni 2015 jam 02:45
http://missmaratul.blogspot.com/2012/12/format-marc-dan-dublin-core.html
diakses 19 juni 2015 jam 02:38
http://learning-ellymufida.blogspot.com/2009_08_01_archive.html
diakses 19 juni 2015 jam 02:54
http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:4Ywo33tCwhEJ:mirror.unpad.ac.id/orari/library/library-sw-hw/digital-library/gdl31/IDLN%2520III%25202002%2520Meeting-Paper/Rurie%2520M-Implementasi%2520OAI%2520Protocol.doc+&cd=1&hl=id&ct=clnk diakses 19 juni 2015 jam 03:05
https://sulistyobasuki.wordpress.com/2013/06/06/pengorganisasian-materi-perpustakaan-katalogisasi-klasifikasi-tajuk-subjek-dan-penjajaran/ diakses
19 juni 2015 jam 03:17
http://jodyderidder.com/metadata/dc.html
diakses 19 juni 2015 jam 14:35
